UJIAN MUNAQASAH SKRIPSI PROI AHWAL SYAKHSHIYYAH :: PENDAFTARAN MUNAQOSAH TERAKHIR PRODI AHWAL SYAKHSHIYYAH :: YUDISIUM/PENGAMBILAN HASIL STUDI SEMESTER (HSS) :: JADWAL TES AKHIR SEMESTER 2013/2014 :: PENGUMUMAN PENDAFTARAN MUNAQOSAH ::

Pemateri Pada Acara Workshop Prodi Ahwal Syakhshiyyah; 20 Mei 2014

Diposting oleh : AS - STAIN KUDUS
Jumat, 06 Juni 2014 - 09:57:42 WIB


     KUDUS - Workshop Prodi Ahwal Syakhshiyyah bertajuk "Peluang dan Tantangan Lulusan Prodi Ahwal Syakhshiyyah Dalam Dunia Kerja" yang diselenggarakan Prodi Ahwal Syakhshiyyah Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam ini dengan Model sistem Panel. Hadir sebagai Pemateri dalam panel pertama yaitu Shobirin, M.Ag (Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam / Akademisi) dan Drs. Muhlas, S.H, M.H (Ketua Pengadilan Agama Kudus / Praktisi)
 
  Menurut Muhlas saat memberikan ceramah kepada peserta workshop menyampaikan bahwa probelmatika sekarang ini yang tengah dihadapi di era persaingan yang begitu ketat oleh sarjana syariah yaitu mahasiswa kurang menyadari akan beban sarjana yang dipikulnya, sehingga merasa cukup dengan keilmuan yang sudah ia dapat di kampus serta kurang rasa percaya diri. kurangnya tingkat apresiasi terhadap ilmu syariah sebagai ilmu hukum terutama dari kalangan ahli dan praktisi, di samping itu sarjana syariah harus banyak tahu dalam hal dan jangan tahu banyak untuk sedikit hal. Untuk itu sarjana syariah harus mampu menunjukkan skill dan jangan takut atau minder berjajar dengan sarjana lain, artinya bahwa tunjukkan sarjana syariah juga mampu menguasai karena diberbagai event baik daerah maupun nasional sarjana syariah ternyata justru yang paling banyak tampil elegan dan profesional. Oleh karena itu sarjana syariah harus sadar betul sebagai sarjana hukum yang harus mengikuti perkembangan manusia tidak boleh manusia mengikuti hukum, dan harus mampu menjawab persoalan-persoalan yang muncul ditengah-tenah msyarakat serta harus mampu mengedepankan keadilan dibanding kepastian dan itulah menjadi tantangan tersendiri bagi alumni sarjana syariah. imbuhnya
 
    Lebih lanjut, Shobirin menambahkan pada dasarnya kompetensi lulusan sarjana syariah (Ahwal Syakhshiyyah) antara lain : pertama, memiliki pengetahuan tentang sumber ajaran Islam dan ilmu-ilmu yang berkaitan, kedua, memiliki pengetahuan tentang hukum Islam yang berkaitan dengan masalah yang menjadi kompetensi Pengadilan Agama baik secara subtantif dan sistem beracaranya, ketiga, memiliki pengetahuan tentang hukum positif yang berlaku di Indonesia baik subtantif maupun beracaranya. Kendati demikian fakta di lapangan masih terdapat upaya yang sistematis melalui produk perundang-undangan untuk memarginalkan sisi agama dari pentas perkembangan hukum di Indonesia. sebagai contoh adanya ketentuan dalam peraturan perundang-undangan bahwa seorang lulusan fakultas hukum yang menguasai hukum Islam, dapat menjadi Hakim pada Pengadilan Agama, akan tetapi seorang sarjana syariah sekalipun ia menguasai hukum umum tidak akan dapat menjadi Hakim pada Pengadilan Negeri (Pasal 13 ayat (1) huruf e UU No. 50 Tahun 2009). Adapun peluang sarjana syariah (Ahwal Syakhshiyyah) yang ada saat sekarang ini antara lain : Hakim pada Pengadilan Agama, PP pada Pengadilan Agama, Juru Sita PA, Staf PA, Staf Kejaksaan, PNS, Pegawai Kementerian Agama, Pegawai Bank Syariah, Advokat, Penasehat spritual di rmah sakit, dan Wira usaha bisnis syariah, penyuluhan di Kemenkumham. Imbuhnya
 
 



Pengumuman

>> Lihat Semua Pengumuman

Agenda

>> Lihat Semua Agenda

Download

Video Youtube